× Home Politik
Ekonomi
Hukum
Gaya Hidup
Olahraga
Diskursus
Commerce
Video
Serba Serbi
Photo

Ternyata Paskhas TNI AU Adopsi dari Pasukan Elite Rusia

04 Agustus 2020
Penulis :
Share :
Responsive image
Korps Pasukan Khas TNI-AU

epicentrum.co.id - Siapa yang tidak kenal dengan nama besar Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Korpaskhas TNI AU). Korpaskhas TNI AU adalah sebuah unit tempur khusus atau pasukan elit yang dibentuk oleh TNI AU untuk memperkuat pertahanan dan teritorial NKRI.

Pasukan Khas TNI AU ini memiliki spesifikasi atau tugas khusus dalam menjalankan perannya, pasukan elit TNI AU ini merupakan pasukan penerjun payung (Paratrooper) yang dipersiapkan untuk melakukan pendaratan tempur dalam menghadapi musuh. Paskhas TNI AU merupakan pasukan pemukul yang siap diterjunkan di segala medan, baik di hutan, kota, rawa, sungai, bahkan laut untuk menumpas kekuatan musuh yang mengancam kedaulatan NKRI.

Paskhas mempunyai ciri khas tugas tambahan yang tidak dimiliki oleh satuan penerjun tempur TNI lainnya, yaitu Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3DUP), yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan, hingga menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan kawan. Sehingga, pasukan elit TNI AU ini dikenal sebagai pasukan khusus matra udara yang bertugas dalam merebut sasaran dan pertahanan objek strategis Angkatan Udara dan pertahanan udara.

Pasukan elit TNI AU ini memiliki ciri baret warna jingga, dengan lambang satuan bergambar parasut mengembang dan dua jenis senjata ringan dan berat yang menggambarkan sebagai pasukan penerjun tempur yang siap mengoperasikan berbagai jenis senjata dalam melumpuhkan target musuhnya.

Dalam sejarahnya, Korpaskhas TNI AU pernah terlibat dalam berbagai operasi senyap, diantaranya, penumpasan pemberontakan DI/TII di wilayah Jawa Barat, Operasi Trikora memperebutkan Irian Barat tahun 1962, hingga Operasi Dwikora dengan menerjunkan pasukan ke wilayah Malaysia tahun 1964. Selain itu, Paskhas TNI AU juga terlibat dalam berbagai operasi sipil dan sebagai pasukan perdamaian dunia.

Tentunya masyarakat Indonesia memiliki pertanyaan besar, kira-kira apa yang mendasari Presiden RI pertama Ir.Soekarno membentuk pasukan khusus penerjun payung dengan kemampuan tempur ini?

Hasil penelusuran VIVA Militer, Selasa, 4 Agustus 2020 menunjukan, ternyata pembentukan Korpaskhas TNI AU yang berperan sebagai pasukan penerjun tempur itu mengadopsi dari Rusia yang dulu dikenal sebagai Uni Soviet.

Iya, Soviet. Uni Soviet tercatat dalam sejarah merupakan negara pertama yang membentuk pasukan udara, yang pertama menjatuhkan pasukan udara ke dalam pertempuran, yang pertama memasukkan penurunan besar di udara dalam latihan lapangan besar, dan yang pertama yang sepenuhnya memekanisasi kekuatan pasukannya di udara.

Vozdushno Desantnye Voyska (VDV), Pasukan Lintas Udara AU Federasi Rusia

Dikutip dari website resmi Departemen Pertahanan Rusia, Soviet pertama kali membentuk Pasukan Lintas Udara Rusia yang dinamakan sebagai Vozdushno Desantnye Voyska (VDV) sebagai pasukan elit Angkatan Bersenjata Federasi Rusia pada tahun 1930-an atau sebelum Perang Dunia II.

Pasukan Lintas Udara adalah pasukan tempur di Angkatan Bersenjata, yang berada di bawah Komando Tertinggi. Tugas mereka adalah untuk menyelimuti musuh di udara dan untuk melakukan misi di belakang garis musuh yang bertujuan untuk mengganggu fungsi komando dan kontrol, merebut dan menghancurkan senjata presisi berbasis darat, mengganggu kemajuan dan penyebaran cadangan musuh, dan mengganggu logistik dan komunikasi musuh, untuk memberikan perlindungan bagi daerah-daerah yang ditugaskan dan membuka sayap, untuk memblokir dan menghancurkan pasukan serangan udara dan pasukan musuh yang telah melewati pertahanan ramah, dan untuk melakukan tugas-tugas lainnya. Di masa damai, Pasukan Lintas Udara melakukan misi yang bertujuan mempertahankan kesiapan tempur dan mobilisasi di tingkat yang diperlukan untuk keberhasilan pemenuhan tugas mereka.

Pasukan Lintas Udara (VDV) Rusia memiliki ciri baret warna Biru Langit. Pasukan VDV berpartisipasi dalam penyebaran cepat pasukan Rusia yang ditempatkan di kota Bosnia, Ugljevik, di dalam dan sekitar bandara Pristina selama Perang Kosovo. Tidak hanya itu, pasukan yang mendapat julukan pasukan badai kekaisaran itu juga pernah terlibat dalam berbagai operasi tempur, diantaranya operasi pemberontakan di Hongaria dan Cekoslowakia, menyerbu dan berperang selama sepuluh tahun di Afghanistan.

Dahsyatnya lagi, pasukan VDV Rusia ini pernah tercatat sebagai pasukan penerjun udara terbesar di seluruh dunia. Jumlah pasukan penerjun VDV Rusia pernah mencapai 48.000 pasukan di tahun 2009. Dalam perjalananya Rusia melakukan reformasi militer untuk melakukan pemindahan serta pengurangan penerimaan calon pasukan penerjun, dan saat ini pasukan Lintas Udara Rusia tercatat sebagai Korps Angkatan Bersenjata Rusia yang memiliki spesifikasi serta kemampuan khusus.

Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Serdyukov pada pertemuan dengan staf senior Pasukan Lintas Udara pada 22 Maret 2007 merencanakan reformasi militer Rusia. Serdyukov menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk menata ulang pasukan Lintas Udara Rusia hingga tahun 2011. Pasukan Lintas Udara harus sepenuhnya diawaki dengan tentara profesional pada tahun 2011. "Tugas-tugas prioritas untuk pengembangan Pasukan Lintas Udara Rusia meliputi peningkatan potensi tempur mereka, peningkatan persenjataan saat ini menjadi maju persenjataan, dan pengenalan sistem komando dan kontrol medan perang otomatis, "kata menteri pertahanan Anatoly Serdyukov.

Pada Agustus 2010, latihan militer udara terbesar sejak jatuhnya Uni Soviet dimulai di Rusia tengah. Latihan itu diadakan di wilayah Kostroma, Yaroslavl dan Ivanovo hingga 28 Agustus, menampilkan lebih dari 4.000 prajurit dan 300 item perangkat keras. Latihan termasuk pendaratan serangan udara, penyeberangan sungai dan penggunaan sistem komando dan kontrol otomatis.

Pasukan Lintas Udara (VDV) Rusia baru saja memperingati hari jadinya yang ke-90 tahun pada tanggal 2 Agustus lalu. Dalam rangkaian peringatan hari jadi VDV Rusia yang ke-90 kemarin mereka juga kembali mengarahan pasukan penerjun dan unjuk kekuatan tempur di darat. Dan yang terpenting adalah, kemampuan personil Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhas TNI AU) tidak kalah jika dibandingan dengan pasukan penerjun VDV Rusia itu. [viva]

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Epicentrum. All Rights Reserved.