× Home Politik
Ekonomi
Hukum
Gaya Hidup
Olahraga
Diskursus
Commerce
Video
Serba Serbi
Photo

Sejarah di Balik Hari Radio Nasional 11 September dan Lahirnya RRI

11 September 2020
Penulis : Muhammad Said
Share :
Responsive image
Pintu utama Radio Republik Indonesia di Medan Merdeka Barat, Jakarta (Foto: Tempo)

epicentrum.co.id - Tanggal 11 September diperingati sebagai Hari Radio Nasional yang juga diperingati sebagai hari kelahiran Radio Republik Indonesia (RRI) yang didirikan pada 11 September 1945.

Dilansir laman resmi Komisi Penyiaran Indonesia, dihentikannya siaran radio Hoso Kyoku pada 19 Agustus 1945 menjadi pemicu lahirnya RRI. Kala itu, masyarakat Indonesia baru saja merdeka dari penjajahan, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Apalagi, saat itu radio-radio luar negeri saat itu mengabarkan bahwa Belanda akan kembali menjalankan kekuasaannya di Indonesia.

Hingga akhirnya, orang-orang yang pernah aktif di radio pada masa kependudukan Jepang menyadari bahwa radio merupakan alat yang diperlukan pemerintah Indonesia untuk memberi informasi dan berkomunikasi dengan rakyat.

Pada 11 September 1945 tepatnya pukul 17.00, delapan orang yang pernah bekerja di radio Hosu Kyoku mengadakan pertemuan bersama pemerintah di bekas gedung Raad Van Indje Pejambon, Jakarta.

Adapun delegasi yang mengikuti pertemuan adalah Abdulrahman Saleh, Adang Kadarusman, Soehardi, Soetarji Hardjolukita, Soemarmadi, Sudomomarto, Harto dan Maladi.

Dalam pertemuan tersebut, Abdulrachman Saleh mengatakan pentingnya radio sebagai alat komunikasi pemerintah dengan rakyat, karena lebih cepat dan tidak mudah terputus saat pertempuran.

Kehadiran radio menjadi penting saat itu mengingat tentara sekutu akan mendarat di Jakarta akhir September 1945.

Dari hasil pertemuan tersebut, terbentuklah Persatuan Radio Republik Indonesia (RRI) yang akan meneruskan penyiaran dari delapan stasiun di Jawa, mempersembahkan RRI kepada Presiden dan Pemerintah RI sebagai alat komunikasi dengan rakyat.

Saat itu, semua hubungan antara pemerintah dan RRI disalurkan melalui Abdulrachman Saleh. Pemerintah menyanggupi simpulan tersebut dan siap membantu RRI meski tidak sependapat dalam beberapa hal.

Pada pukul 24.00, delegasi dari delapan stasiun radio di Jawa mengadakan rapat. Delegasi yang hadir dari Purwokerto, Yogyakarta, Semarang, Surakarta dan Bandung, sementara Surabaya dan Malang tidak mengirim perwakilan.

Hasil akhir dari rapat itu adalah didirikannya RRI dengan Abdulrachman Saleh sebagai pemimpin. [indozone]

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Epicentrum. All Rights Reserved.