× Home Politik
Ekonomi
Hukum
Gaya Hidup
Olahraga
Diskursus
Commerce
Video
Serba Serbi
Photo

Transisi Energi Langkah Menuju Climate Safe Future Indonesia

05 Februari 2024
Penulis : Komang Adyana
Share :
Responsive image
Gredit Photo / Ilustrasi Iklim di Pesisir (AFP)

Epicentrum.co.id - Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, memiliki tantangan besar dalam menghadapi perubahan iklim. Salah satu solusinya adalah melakukan transisi energi, yaitu peralihan dari sumber energi fosil yang beremisi tinggi, ke sumber energi terbarukan dan bersih yang beremisi rendah. Hal ini disampaikan oleh Founder dan Chairman Discordia, Khalid Zabidi.

Menurut Khalid yang adalah salah satu pengurus JMSI (Jaringan Media Siber Indonesia) dalam keterangan tertulis yang dikirim ke redaksi, transisi energi adalah sebuah keharusan bagi Indonesia, yang merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti kenaikan suhu, peningkatan permukaan laut, dan bencana alam. Transisi energi juga sejalan dengan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030, sesuai dengan Paris Agreement.

“Indonesia memiliki kewajiban moral dan etis untuk berkontribusi dalam upaya global mengatasi perubahan iklim. Kita tidak bisa menutup mata dan telinga terhadap ancaman yang nyata ini. Kita harus bertindak sekarang, sebelum terlambat,” ujar Khalid Zabidi yang kini menjabat sebagai komisaris Pertamina Trans Kontinental.

Khalid menambahkan, transisi energi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi Indonesia, seperti menghemat devisa, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesehatan, dan meningkatkan akses energi. Khalid mencontohkan, dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan yang mencapai 3.687 GW, Indonesia bisa menghemat impor bahan bakar minyak sebesar 242 juta barel per tahun, yang setara dengan Rp 500 triliun.

Transisi energi juga bisa menciptakan lapangan kerja baru, terutama di sektor energi terbarukan, yang diperkirakan bisa menyerap 1,2 juta pekerjaan pada tahun 2030. Selain itu, transisi energi juga bisa meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Polusi udara di Indonesia menyebabkan 160 ribu kematian dini per tahun, dan merugikan ekonomi sebesar Rp 500 triliun per tahun. Transisi energi juga bisa meningkatkan akses energi bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil dan pulau-pulau kecil, yang masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan listrik yang andal dan terjangkau.

Untuk melakukan transisi energi, Khalid menambahkan, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Pemerintah harus memberikan arah dan kebijakan yang konsisten dan berorientasi pada target emisi dan bauran energi terbarukan. Swasta harus berperan aktif dalam mengembangkan dan membangun proyek-proyek energi terbarukan, serta berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat. Masyarakat harus mendukung dan berpartisipasi dalam program-program transisi energi, serta mengadopsi perilaku dan teknologi hemat energi.

“Transisi energi adalah sebuah solusi untuk menghadapi perubahan iklim, yang merupakan ancaman terbesar bagi umat manusia. Dengan transisi energi, kita bisa melindungi lingkungan, meningkatkan kesejahteraan, dan memajukan bangsa. Saya berharap, Indonesia bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi negara-negara lain dalam melakukan transisi energi, demi mewujudkan climate safe future” pungkas Khalid.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Epicentrum. All Rights Reserved.