× Home Politik
Ekonomi
Hukum
Gaya Hidup
Olahraga
Diskursus
Commerce
Video
Serba Serbi
Photo

Hepatitis Akut Pada Anak, WHO Ungkap Sebagian Kasus Tanpa Gejala Demam

09 Mei 2022
Penulis : Joni Andromeda
Share :
Responsive image
ilustrasi. (net)

epicentrum.co.id, JENEWA - Beberapa pekan terakhir timbul kekhawatiran akan penyakit baru menggantikan COVID-19. Pasalnya, muncul sejumlah kasus hepatitis akut pada anak yang tidak diketahui penyebabnya.

Temuan ini terdeteksi di beberapa negara termasuk Inggris Raya dan Irlandia Utara, Spanyol, Amerika Serikat (AS), Singapura, Jepang. Indonesia pun tercatat telah mendeteksi kasus hepatitis akut pada anak ini.

Lalu, apa sebenarnya hepatitis akut yang banyak menyerang anak-anak ini?

Dikutip dari laman euro.who.int, Senin (9/5/2022), ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peradangan akut pada hati. Hepatitis akut dapat disebabkan oleh berbagai penyebab infeksi dan non-infeksi.

Ada 3 jenis utama hepatitis virus akut yakni hepatitis A, B dan C, sedangkan hepatitis virus D dan E lebih tidak biasa, terutama di lingkungan berpenghasilan tinggi.

Apa yang membuat wabah ini menjadi tidak biasa? Hepatitis akut yang parah, umumnya jarang terjadi pada anak kecil. Namun laporan awal terkait kemungkinan peningkatan kasus ini datang dari Skotlandia.

Temuan ini kemudian menyebabkan status peringatan dinaikkan di tempat lainnya di Inggris Raya dan secara global, dengan orang-orang kemudian mencari dan menemukan lebih banyak kasus serupa.

Apa yang diketahui adalah bahwa virus umum yang menyebabkan hepatitis virus akut ini belum terdeteksi pada pasien, begitu pula faktor perjalanan internasional atau kaitannya dengan negara lain.

Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, hal-hal itu belum diidentifikasi sebagai faktor yang penting.

Apakah para orang tua harus merasa khawatir?

Kemunculan penyakit ini harus ditanggapi secara serius, meskipun ini adalah peristiwa yang jarang terjadi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi kasus tambahan, baik di negara yang saat ini terkena dampak maupun di tempat lainnya.

Prioritasnya adalah menentukan penyebab penyakit untuk dapat lebih menyempurnakan tindakan pengendalian dan pencegahan. Lalu apa teori utama yang bisa diduga menjadi penyebab munculnya wabah ini?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bekerja sama dengan negara dan mitra untuk melihat berbagai kemungkinan faktor yang dapat menjadi penjelas kasus ini.

"Banyak kemungkinan sedang dieksplorasi, salah satu hipotesis utama adalah adenovirus yang merupakan sekelompok virus umum yang menyebar dari orang ke orang dan menyebabkan gejala pernafasan, muntah serta diare pada anak-anak," kata WHO.

Sebagai informasi, Adenovirus saat ini memang digunakan sebagai salah satu hipotesis, namun itu tidak sepenuhnya menjelaskan tingkat keparahan secara gambaran klinis. (epicentrumnews)

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Epicentrum. All Rights Reserved.