× Home Politik
Ekonomi
Hukum
Gaya Hidup
Olahraga
Diskursus
Commerce
Video
Serba Serbi
Photo

Munas KADIN Batal Digelar, Anggota Luapkan Kekecewaannya

28 Mei 2021
Penulis : Dani
Share :
Responsive image
Anggota Kecewa, Munas KADIN Batal Digelar di Bali

Epicentrum.co.id - Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, yang rencananya digelar di Bali awal Juni mendatang batal dilaksanakan.

Salah satu Pengurus Pusat KADIN, H. Kamrussamad mengatakan, bahwa tindakan pembatalan itu telah mencederai semangat Pemulihan Ekonomi Nasional di Bali. Terlebih pemerintah pusat sendiri berulang kali menegaskan komitmennya untuk membantu pariwisata Bali.

“Pembatalan Munas Kadin yang rencananya digelar 2-4 Juni 2021 di Bali telah mencederai semangat pemulihan ekonomi nasional (PEN), khususnya sektor Pariwisata,” papar dia dalam siaran persnya, Kamis (27/5).

Ia menyebutkan bahwa tindakan Ketua Umum Pengurus Pusat KADIN, Rosan Roeslani yang memutuskan penundaan tersebut dinilai telah melanggar AD/ART KADIN. Apalagi kepengurusan Rosan sendiri sebenarnya telah berakhir sejak akhir tahun 2020. “Tapi karena pandemi Covid-19, maka Januari 2021 diputuskan Munas di Bali 2-4 Juni 2021,” sambungnya.

Kamrussamad juga mempertanyakan sikap Rosan yang menurutnya mengambil keputusan tiba-tiba dengan membatalkan secara sepihak Munas KADIN di Bali, dengan alasan perintah Presiden Joko Widodo. “Namun tanpa alasan yang jelas tiba-tiba dalam rapat harian KADIN Indonesia, Rabu (25/5) dipaksakan sepihak membatalkan Munas di Bali. Kata Rosan ini Perintah Presiden, apakah benar?” tanya dia.

Ia juga menyebut bahwa penunjukan Bali sendiri menurutnya atas petunjuk dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) . “Perlu penjelasan, karena penentuan Bali dan tanggal 2-4 Juni itu adalah petunjuk presiden sesuai paparan Rosan pada rapat Dewan Pengurus Lengkap (DPL) April 2021,” ucapnya.

Kamrussamad memandang pembatalan Munas akan berdampak pada UMKM serta sektor dunia usaha yang terlibat dalam kegiatan nasional tersebut. Yaitu industri perhotelan, transportasi serta kuliner yang sudah menyiapkan bahan baku dan material.

“Menjadi kecewa besar, bahkan potensi mengalami kerugian, khususnya di Nusa Dua yang merupakan kawasan Zona Hijau dari segi klaster Covid-19 Sedangkan ekonomi Bali Nusra pada Q1/2020 mengalami minus 5,06% dan Q1/2021 juga minus 5,19%. Artinya perlu keberpihakan pemerintahan dan dunia usaha lainnya untuk menyelamatkan Bali agar ekonomi bisa bangkit,” tandasnya.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Epicentrum. All Rights Reserved.