× Home Politik
Ekonomi
Hukum
Gaya Hidup
Olahraga
Diskursus
Commerce
Video
Serba Serbi
Photo

AS Soroti Kehadiran Jet Tempur Rusia di Libya

19 Juni 2020
Penulis :
Share :
Responsive image
Citra satelit jet tempur Rusia di Libya

epicentrum.co.id - Pemerintah AS khawatir Rusia akan memperkuat pengaruh di Libya setelah jet-jet tempur dari Moskow yang ditransfer bulan lalu, sekarang diterbangkan di negara Afrika utara itu untuk mendukung tentara bayaran Rusia.

Panglima Angkatan Udara AS di Eropa-Afrika Jenderal Jeffrey Harrigian mengatakan kepada wartawan bahwa pesawat Rusia, yang jumlahnya hampir 20 di Libya, bisa menimbulkan "masalah keamanan yang signifikan" ke Eropa dan Libya.

Amerika Serikat telah mengamati bahwa sebagian besar jet digunakan untuk melatih para pilot, tetapi Harrigian mencatat bahwa pilot yang tidak berpengalaman dapat memperbesar peluang untuk secara tidak sengaja membunuh warga sipil ketika terbang.


"Secara alami, di pikiran saya, menimbulkan beberapa kekhawatiran, terutama ketika Anda berbicara tentang korban sipil dan ketika Anda melihat daerah-daerah yang padat penduduk," katanya.

AS menuduh Rusia berusaha memperkuat tentara bayaran Rusia yang berperang untuk mendukung pihak Khalifa Haftar. Pada akhir Mei, Moskow mentransfer pesawat MiG-29, MiG 23 dan Su-24 ke Libya.

Pesawat-pesawat itu beroperasi penuh di negara yang sedang berkonflik itu. Pentagon mengatakan pesawat tempur tersebut digunakan untuk mendukung tentara bayaran, khususnya Grup Wagner, yang disponsori oleh pemerintah Rusia. Komando Afrika AS juga mengatakan hal yang serupa dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis.

"Keterlibatan Rusia di Libya meningkatkan ketegangan dan menunda solusi politik," kata Direktur Operasi Komando Afrika AS Brigjen Marinir Bradford Gering.

"Rusia telah mengganggu sisi selatan NATO, dan ini mengorbankan nyawa Libya yang tidak bersalah," tambahnya.

Citra satelit yang dirilis bersamaan dengan pernyataan itu menunjukkan apa yang dikatakan Komando Afrika AS adalah pesawat Rusia di sebuah pangkalan di Libya.

"Kami tahu jet-jet tempur ini belum berada di Libya dan sedang diperbaiki," kata juru bicara Komando Afrika AS Kolonel Chris Karns dalam pernyataannya.

“Jelas, mereka datang dari Rusia. Mereka tidak datang dari negara lain," tukasnya.

Libya telah mengalamai perang sipil sejak pasukan yang didukung NATO menggulingkan Muammar Qadhafi pada 2011. Haftar baru-baru ini mengintensifkan konflik ketika ia melancarkan serangan untuk merebut Tripoli pada April 2019. 

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Epicentrum. All Rights Reserved.