abo Presiden Jokowi: Laut China Selatan Mulai Memanas | Epicentrum
× Home Politik
Ekonomi
Hukum
Gaya Hidup
Olahraga
Diskursus
Commerce
Video
Serba Serbi
Photo

Presiden Jokowi: Laut China Selatan Mulai Memanas

28 Juli 2020
Penulis : Muhammad Said
Share :
Responsive image
Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

epicentrum.co.id, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara tentang kondisi geopolitik global saat ini. Salah satunya adalah kondisi Laut China Selatan yang mulai memanas.

Jokowi awalnya memaparkan bahwa saat ini negara di dunia sedang menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Peserta Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) Tahun Anggaran 2020 melalui video conference yang disiarkan akun YouTube Setpres, Selasa (28/7/2020).

"Kita sedang menghadapi sebuah masa yang sangat sulit, sangat tidak mudah, krisis kesehatan sekaligus krisis ekonomi dan melanda tidak hanya negara kita Indonesia tetapi hampir semua negara, 215 mengalami hal yang sama seperti negara kita. Yang kecil sulit, yang tengah juga sulit, yang gede juga sulit. Sesuatu yang tidak mudah, sesuatu yang tidak mudah," kata Jokowi.

Jokowi kemudian memaparkan pertubuhan ekonomi global ada pada posisi minus. Pandemi virus Corona menurut Jokowi juga berdampak pada geopolitik. Pada saat inilah Jokowi memperingatkan bahwa Laut China Selatan mulai memanas.

"Apa yang ingin saya sampaikan dengan kondisi yang ada. Hati-hati ini sudah mengimbas kepada geopolitik global. Ini semuanya harus tahu Laut China Selatan mulai memanas, China-Amerika semakin memanas," tutunya.

Jokowi mengatakan Indonesia harus mampu mengambil kesempatan untuk bangkit di tengah situasi global saat pandemi ini. Jokowi memerintahkan agar ada cara kerja baru, butuh terobosan dan tidak bertele-tele.

"Oleh sebab itu kita harus mengambil momentum, mengambil manfaat dari pandemi yang terjadi sekarang ini. Tentu saja kita akan terus berjuang menyelesaikan masalah COVID dan juga masalah ekonomi yang terjadi di negara kita," katanya.

"Tetapi momentum ini harus kita ambil, momentum ini harus kita ambil. Sudah sering saya katanya bahwa kita perlu cara-cara kerja baru. Kita perlu budaya baru dalam bekerja lebih cepat, harus berani melakukan short cut, terobosan, pemotongan-pemotongan sehingga cara-cara kerja kita tidak bertele-tele dan lambat," imbuhnya. [detik]

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Epicentrum. All Rights Reserved.