Denza D9 PHEV Hadir Lebih Murah, Teknologi Utama Tetap Dipertahankan

Otomotif86 Views

Denza D9 PHEV Hadir Lebih Murah, Teknologi Utama Tetap Dipertahankan Denza kembali memperluas pilihan D9 PHEV di China dengan memperkenalkan varian yang memiliki harga lebih rendah. Model baru bernama Flash Charging Luxury Variant tersebut dipasarkan seharga 329.800 yuan atau sekitar 48.700 dolar AS.

Harga itu lebih rendah 30.000 yuan dibandingkan varian termurah sebelumnya yang dijual mulai 359.800 yuan. Penurunan tersebut setara sekitar 4.430 dolar AS dan membuat MPV mewah milik BYD itu dapat menjangkau kelompok konsumen yang lebih luas.

Denza tidak mengurangi teknologi utama pada sistem penggeraknya. Varian baru masih membawa mesin bensin turbo 1,5 liter, dua motor listrik, penggerak empat roda, baterai Blade generasi kedua, pengisian sangat cepat, serta perangkat bantuan pengemudi berbasis LiDAR.

Pengurangan harga dilakukan melalui penyederhanaan sejumlah fasilitas kabin dan komponen pengendalian bodi. Strategi ini membuat konsumen tetap memperoleh kemampuan dasar D9 PHEV, tetapi tanpa seluruh kemewahan yang tersedia pada tipe lebih tinggi.

Langkah tersebut juga memperlihatkan persaingan ketat di kelas MPV energi baru China. D9 masih menjadi produk terlaris Denza, tetapi harus menghadapi berbagai kendaraan baru dari Zeekr, Voyah, Li Auto, dan merek lain yang menawarkan kabin mewah serta teknologi elektrifikasi.

Harga Turun 30.000 Yuan dari Varian Sebelumnya

Flash Charging Luxury Variant ditempatkan sebagai pintu masuk baru dalam keluarga Denza D9 PHEV generasi kedua. Harga 329.800 yuan berada di bawah seluruh tipe yang diperkenalkan pada April 2026.

Ketika generasi kedua D9 diluncurkan, Denza menyediakan tiga pilihan PHEV dengan harga 359.800 yuan, 399.800 yuan, dan 459.800 yuan. Perusahaan juga menawarkan tiga versi listrik murni pada rentang harga berbeda.

Kehadiran tipe baru membuat selisih dengan produk MPV kelas menengah semakin kecil. Konsumen yang sebelumnya menganggap D9 terlalu mahal kini memperoleh pilihan dengan teknologi penggerak serupa tanpa harus membayar seluruh fasilitas mewah.

Penurunan harga tidak diberikan melalui promosi sementara. Denza menambahkannya sebagai varian tersendiri dengan susunan perlengkapan yang berbeda.

Cara ini memungkinkan perusahaan menjaga harga tipe yang sudah ada. Pembeli yang membutuhkan fasilitas lengkap tetap dapat memilih varian lebih tinggi, sedangkan konsumen yang mengutamakan mesin, baterai, dan ruang kabin dapat mengambil tipe termurah.

“Denza tidak menurunkan kelas D9 melalui perubahan mesin. Perusahaan memilih memangkas perlengkapan yang tidak dianggap wajib oleh seluruh konsumen.”

Sistem PHEV Penggerak Empat Roda Tetap Dipakai

Bagian terpenting yang dipertahankan adalah sistem plug in hybrid dengan penggerak empat roda. Susunan tersebut memakai mesin bensin turbo 1,5 liter yang bekerja bersama motor listrik pada roda depan dan belakang.

Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 115 kilowatt atau sekitar 154 daya kuda serta torsi 225 Newton meter. Motor depan mempunyai keluaran 200 kilowatt, sedangkan motor belakang menghasilkan 45 kilowatt.

Motor belakang memberikan bantuan ketika kendaraan membutuhkan traksi tambahan, akselerasi lebih kuat, atau pengaturan tenaga pada kedua poros.

Sistem penggerak empat roda memberi keuntungan bagi kendaraan berukuran besar seperti D9. Tenaga tidak hanya dikirim menuju roda depan sehingga pergerakan dari keadaan berhenti dapat berlangsung lebih terkendali.

Pembagian tenaga juga membantu ketika kendaraan melintasi jalan licin atau membawa tujuh penumpang beserta barang. Komputer mengatur kerja mesin dan motor berdasarkan kebutuhan pengemudi serta kondisi baterai.

Denza tidak mengubah susunan tersebut pada varian termurah. Konsumen tetap memperoleh salah satu bagian yang menjadi pembeda D9 PHEV dari MPV bermesin bensin biasa.

Baterai Blade 58,5 kWh Memberi Jarak Listrik 350 Kilometer

Varian baru menggunakan baterai Blade generasi kedua berkapasitas 58,5 kWh. Kapasitas ini tergolong sangat besar untuk kendaraan plug in hybrid.

Denza menyebut kendaraan dapat menempuh perjalanan listrik murni hingga 350 kilometer berdasarkan standar CLTC China. Setelah daya baterai berkurang, mesin bensin dapat bekerja agar perjalanan tetap dilanjutkan.

Jarak listrik tersebut memungkinkan pemilik memakai D9 seperti mobil listrik pada perjalanan harian. Pengguna yang rutin mengisi baterai berpeluang menjalankan kendaraan tanpa menyalakan mesin untuk kegiatan di dalam kota.

Kapasitasnya bahkan lebih besar dibandingkan baterai sejumlah mobil listrik berukuran kecil. Keputusan menggunakan baterai besar menjadikan D9 PHEV berbeda dari hybrid biasa yang hanya mampu berjalan beberapa kilometer menggunakan tenaga listrik.

Standar CLTC cenderung menghasilkan angka lebih tinggi dibandingkan penggunaan sebenarnya. Jarak yang diperoleh pemilik tetap dipengaruhi kecepatan, suhu, jumlah penumpang, penggunaan pendingin udara, kondisi jalan, serta kebiasaan menekan pedal gas.

Walaupun hasilnya dapat lebih rendah, kapasitas 58,5 kWh tetap memberi ruang besar untuk menjalankan kendaraan dalam mode listrik.

Jarak Gabungan Diklaim Mencapai 1.480 Kilometer

Ketika baterai terisi dan tangki bensin penuh, Denza mengklaim jarak perjalanan gabungan mencapai 1.480 kilometer.

Kemampuan tersebut menjadi daya tarik bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan antarkota. Mereka dapat memakai tenaga listrik pada kawasan perkotaan, kemudian mengandalkan mesin bensin ketika tidak menemukan tempat pengisian.

PHEV menghilangkan kebutuhan berhenti lama jika daya baterai habis. Pengemudi cukup mengisi bahan bakar dan melanjutkan perjalanan, sementara sistem akan mengatur penggunaan mesin serta motor.

Mesin tidak selalu langsung menggerakkan roda. Dalam banyak keadaan, mesin bekerja sebagai sumber energi untuk sistem listrik. Tenaga kemudian disalurkan melalui motor agar pergerakan tetap halus.

Pada sistem DM i, komputer dapat memilih beberapa pola kerja berdasarkan tingkat daya baterai, kecepatan, serta permintaan tenaga. Mode listrik memakai motor sepenuhnya, sedangkan mode hybrid menggabungkan mesin, generator, dan motor berdasarkan kebutuhan.

Jarak 1.480 kilometer merupakan klaim pengujian resmi. Hasil perjalanan nyata tetap dapat berubah, terutama ketika kendaraan melaju cepat dalam waktu panjang atau membawa muatan penuh.

Pengisian Sangat Cepat Tidak Dihapus

Walaupun menjadi tipe termurah, D9 PHEV Flash Charging Luxury tetap membawa teknologi pengisian berdaya tinggi.

Denza mengklaim baterai dapat menyelesaikan siklus pengisian nominal dalam waktu sekitar sembilan menit pada kondisi pengujian perusahaan. Teknologi tersebut memakai arsitektur pengisian dua konektor untuk menyalurkan daya dalam jumlah sangat besar.

Pada keluarga D9 DM i yang diperkenalkan untuk Eropa, baterai 58,5 kWh mendukung daya pengisian hingga 559 kilowatt. Pengisian dari 10 persen menuju 70 persen diklaim memerlukan lima menit, sedangkan 10 persen menuju 97 persen memerlukan sembilan menit.

Angka tersebut hanya dapat dicapai melalui fasilitas yang mendukung daya sangat tinggi. Pemilik yang memakai pengisi daya rumah atau stasiun umum dengan keluaran lebih rendah akan membutuhkan waktu lebih lama.

Teknologi pengisian cepat tetap penting karena baterai D9 PHEV sangat besar. Tanpa daya tinggi, proses pengisian dapat mendekati waktu yang dibutuhkan mobil listrik.

Denza juga menyebut pengisian pada suhu sangat rendah hanya membutuhkan tambahan beberapa menit. Kemampuan ini dirancang untuk menjaga fungsi kendaraan di daerah dengan musim dingin berat.

LiDAR dan Perangkat Bantuan Pengemudi Tetap Tersedia

Pemangkasan harga tidak menghilangkan perangkat keras bantuan pengemudi berbasis LiDAR. Sensor tersebut dipertahankan bersama kamera dan radar untuk membaca kendaraan, garis jalan, serta objek di sekitar mobil.

Generasi kedua D9 memakai sistem bantuan pengemudi God’s Eye 5.0 pada tipe tertentu. Susunannya dapat membawa beberapa LiDAR presisi tinggi untuk memperluas kemampuan pengamatan kendaraan.

LiDAR memancarkan cahaya laser dan mengukur pantulannya untuk menghasilkan gambaran jarak. Data tersebut kemudian digabungkan dengan kamera, radar, serta sensor ultrasonik.

Sistem dapat mendukung fungsi seperti pengereman darurat, penjagaan lajur, pengaturan jarak, pemantauan titik buta, dan bantuan parkir. Fitur yang tersedia dapat berbeda berdasarkan perangkat lunak, wilayah, dan regulasi.

Keberadaan LiDAR pada varian termurah menunjukkan Denza tidak ingin mengurangi citra teknologi D9. Perusahaan lebih memilih memangkas fasilitas kenyamanan daripada perangkat utama yang berkaitan dengan sistem bantuan berkendara.

Pengemudi tetap harus memegang kendali dan memperhatikan jalan. Sistem bantuan belum menjadikan kendaraan dapat berjalan sepenuhnya tanpa pengawasan manusia.

Head Up Display Dihapus untuk Menekan Harga

Salah satu fasilitas yang tidak tersedia pada tipe baru adalah head up display. Perangkat tersebut biasanya menampilkan kecepatan, navigasi, dan informasi bantuan pengemudi pada kaca depan.

Tanpa head up display, pengemudi harus melihat panel instrumen untuk memeriksa informasi kendaraan. Fungsi utama mobil tetap berjalan, tetapi pengalaman berkendaranya menjadi lebih sederhana.

Pengurangan ini cukup masuk akal karena head up display bukan perangkat yang dibutuhkan seluruh pengguna. Sebagian pengemudi bahkan lebih nyaman melihat layar instrumen biasa.

Denza juga menghapus layar hiburan penumpang depan berukuran 15,6 inci. Penumpang tetap dapat memakai layar utama atau perangkat pribadi, tetapi tidak memperoleh tampilan khusus pada dasbor.

Penyederhanaan jumlah layar mengurangi biaya komponen, kabel, perangkat lunak, serta pengerjaan interior. Pada kendaraan mewah, setiap layar tambahan juga membutuhkan prosesor dan sistem pendingin tersendiri.

Fitur Pijat Penumpang Depan Tidak Lagi Tersedia

Kursi penumpang depan pada varian baru kehilangan pengaturan penyangga pinggang dan fungsi pijat.

Pada tipe lebih tinggi, kursi depan dirancang untuk memberi kenyamanan dalam perjalanan panjang melalui pengaturan elektrik yang lebih luas. Fungsi pijat membantu mengurangi rasa kaku ketika seseorang duduk selama berjam jam.

Penghapusan fasilitas tersebut tidak mengubah jumlah kursi atau ukuran kabin. D9 tetap menjadi MPV tujuh penumpang dengan susunan tiga baris.

Kursi baris kedua masih menjadi pusat perhatian karena pembeli MPV mewah lebih banyak mengutamakan kenyamanan penumpang belakang. Walaupun demikian, beberapa fungsi pada baris kedua dan ketiga ikut disederhanakan.

Pembeli yang sering memakai D9 sebagai kendaraan dengan sopir mungkin tidak terlalu mempersoalkan fasilitas penumpang depan. Mereka lebih memperhatikan ruang, kursi kapten, pendingin udara, dan keheningan pada bagian belakang.

Pemanas dan Ventilasi Kursi Belakang Ikut Dihilangkan

Varian baru tidak menyediakan pemanas serta ventilasi pada kursi belakang. Pada tipe lebih tinggi, fasilitas ini membantu mengatur suhu permukaan tempat duduk.

Ventilasi kursi berguna di negara beriklim panas karena udara dapat dialirkan melalui permukaan kursi. Pemanas lebih sesuai untuk wilayah dengan suhu rendah.

Penghapusan ventilasi dapat terasa bagi konsumen di negara tropis apabila kendaraan nantinya dipasarkan ke luar China. Kabin besar tetap dibantu sistem pendingin udara, tetapi permukaan kursi tidak mendapatkan aliran udara khusus.

Denza perlu menjaga perbedaan fitur agar tipe mahal tetap memiliki daya tarik. Jika seluruh fasilitas tersedia pada varian termurah, pembeli tidak mempunyai alasan kuat memilih tipe di atasnya.

Keputusan menghapus fungsi kursi menjadi bagian dari strategi tersebut. Mesin dan baterai tetap sama, tetapi tingkat kemewahan dibedakan melalui kenyamanan kabin.

Material Kayu Asli Diganti dengan Hiasan Lebih Sederhana

Interior tipe baru tidak lagi menggunakan lapisan kayu asli. Denza menggantinya dengan bahan dekoratif yang lebih terjangkau.

Kayu asli biasanya digunakan pada dasbor, konsol, atau panel pintu untuk memberi kesan mewah. Bahan tersebut memerlukan proses pemilihan, pemotongan, pelapisan, dan pemasangan yang lebih rumit.

Penggunaan dekorasi buatan dapat menekan biaya tanpa mengubah bentuk dasar interior. Dari kejauhan, tampilannya masih dapat menyerupai kayu, tetapi tekstur dan sentuhannya berbeda.

Sistem pewangi kabin juga dihapus. Pada varian tinggi, perangkat tersebut dapat menyebarkan aroma melalui sistem ventilasi.

Fitur pewangi tidak memengaruhi kemampuan kendaraan. Pengguna tetap dapat menambahkan pengharum sendiri jika dibutuhkan.

Pemangkasan dua bagian tersebut menunjukkan Denza memusatkan efisiensi biaya pada unsur kemewahan tambahan, bukan struktur atau tenaga kendaraan.

Suspensi DiSus C Masih Dipertahankan

Denza D9 varian termurah tetap memakai sistem pengendalian peredam DiSus C. Teknologi ini dapat mengubah karakter suspensi berdasarkan permukaan jalan dan gerakan kendaraan.

Saat melewati jalan kurang rata, peredam dapat dibuat lebih lembut untuk menjaga kenyamanan. Ketika kendaraan berbelok atau melaju di permukaan baik, sistem dapat mengeraskan peredam agar gerakan bodi berkurang.

D9 memiliki bodi besar dengan panjang lebih dari lima meter. Pengaturan suspensi adaptif membantu mengendalikan gerakan kendaraan ketika membawa banyak penumpang.

Walaupun DiSus C tetap tersedia, varian murah tidak memperoleh sejumlah komponen dengan spesifikasi lebih tinggi. Denza menghapus perangkat mekanis katup ganda, sensor pembaca jalan, serta fungsi pengendalian iCVC.

Perubahan tersebut dapat membuat kemampuan membaca permukaan dan menyesuaikan peredam tidak selengkap tipe mahal. Namun, sistem dasar pengaturan suspensi masih dipertahankan.

Dimensi Besar Tidak Berubah

Denza tidak melakukan perubahan pada ukuran bodi. Varian baru memiliki panjang 5.250 milimeter, lebar 1.960 milimeter, tinggi 1.900 milimeter, dan jarak sumbu roda 3.110 milimeter.

Ukuran tersebut menempatkan D9 di kelas MPV besar. Panjangnya mendekati kendaraan seperti Toyota Alphard dan Lexus LM, sedangkan jarak sumbu rodanya memberi ruang luas untuk tiga baris kursi.

Pintu geser membantu penumpang masuk pada tempat parkir sempit. Lantai kabin yang panjang memungkinkan kursi baris kedua mempunyai jalur pengaturan lebih luas.

Denza juga merancang ruang bagasi agar tetap dapat menampung barang ketika seluruh kursi digunakan. Untuk model Eropa, perusahaan menyatakan D9 mampu membawa tujuh orang dewasa, tujuh koper kabin, dan tujuh tas kerja.

Kabin luas tetap menjadi alasan utama membeli D9. Penurunan harga tidak mengurangi ruang penumpang atau fleksibilitas dasar kendaraan.

D9 Menjadi Produk Terpenting bagi Denza

D9 memiliki kedudukan besar dalam bisnis Denza. Model ini menjadi produk terlaris perusahaan dan menyumbang sekitar 45 persen penjualan ritel Denza di China pada April 2026.

Keberhasilan D9 membantu BYD menghidupkan kembali Denza setelah merek tersebut mengalami perubahan kepemilikan. Denza awalnya dibentuk sebagai perusahaan patungan BYD dan Daimler, perusahaan induk Mercedes Benz.

Mercedes Benz secara bertahap mengurangi kepemilikannya sebelum keluar sepenuhnya pada 2024. BYD kemudian mengendalikan Denza dan menjadikannya merek premium berbasis teknologi.

D9 bersaing dengan Toyota Alphard, Buick GL8, Zeekr 009, Voyah Dream, serta berbagai MPV mewah lain.

Pembeli D9 juga banyak berasal dari pengguna merek premium Eropa. Manajemen Denza menyebut sekitar 70 persen pembeli D9 sebelumnya memiliki kendaraan BMW, Mercedes Benz, atau Audi.

Varian Murah Hadir Saat Persaingan Semakin Keras

Penambahan tipe lebih terjangkau tidak hanya bertujuan memberi pilihan. Denza juga sedang menghadapi tekanan penjualan di pasar domestik.

Penjualan ritel Denza di China selama empat bulan pertama 2026 turun 41,5 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya. Persaingan dari Zeekr, Voyah, dan merek lokal premium lain ikut menekan kinerja perusahaan.

Namun, penjualan bulanan Denza mulai meningkat menjelang pertengahan tahun. Perusahaan mencatat penjualan domestik 10.638 unit pada April, naik menjadi 15.620 unit pada Mei, lalu mencapai 18.631 unit pada Juni 2026.

Varian D9 berharga lebih rendah dapat menjaga kenaikan tersebut. Harga yang lebih dekat dengan MPV kelas menengah memberi peluang memperbesar volume tanpa meninggalkan posisi premium.

Strategi ini juga dapat menarik perusahaan transportasi eksekutif, hotel, operator perjalanan, dan bisnis penyewaan kendaraan. Kelompok tersebut sering mengutamakan ruang, tenaga, jarak perjalanan, dan biaya operasi dibandingkan hiasan interior.

“Varian lebih murah dapat menjadi alat Denza memperbesar penjualan, tetapi perusahaan tetap harus menjaga agar D9 tidak kehilangan citra sebagai MPV premium.”

PHEV Menawarkan Pilihan di Tengah Peralihan Elektrifikasi

Denza D9 PHEV menyasar pengguna yang tertarik pada kendaraan listrik, tetapi masih membutuhkan keleluasaan mesin bensin.

Pada perjalanan harian, baterai dapat diisi di rumah atau stasiun umum. Kendaraan kemudian berjalan menggunakan motor tanpa membakar bensin selama kapasitasnya mencukupi.

Untuk perjalanan panjang, mesin bensin menghilangkan kekhawatiran mengenai jarak menuju tempat pengisian berikutnya. Pengemudi dapat mengisi bahan bakar dalam waktu singkat dan kembali melanjutkan perjalanan.

Keuntungan tersebut baru diperoleh sepenuhnya jika pemilik rutin mengisi baterai. Jika kendaraan selalu dipakai dalam keadaan baterai rendah, mesin harus bekerja lebih sering untuk membawa bodi besar beserta baterai yang berat.

Pengguna juga membutuhkan akses pengisian agar jarak listrik 350 kilometer dapat dimanfaatkan. Tanpa kebiasaan tersebut, alasan membeli PHEV menjadi kurang kuat.

Belum Ada Kepastian Masuk Indonesia

Denza telah hadir di Indonesia sejak Januari 2025 melalui D9 versi listrik murni. Model tersebut dipasarkan seharga Rp950 juta dan diimpor dalam satu pilihan penggerak roda depan.

Sampai varian baru D9 PHEV diumumkan di China, Denza Indonesia belum mengonfirmasi rencana penjualannya di dalam negeri. Pasar Indonesia saat ini baru menerima versi baterai listrik.

Kehadiran tipe PHEV berpotensi menarik karena menawarkan jarak perjalanan panjang serta pengisian bensin. Karakter tersebut sesuai bagi konsumen yang sering bepergian ke luar kota.

Namun, harga di China tidak dapat langsung dikonversi menjadi harga Indonesia. Biaya impor, pajak, pengiriman, homologasi, strategi perusahaan, dan perlengkapan lokal akan memengaruhi banderol akhir.

Varian baru juga menggunakan setir kiri untuk China. Denza harus menyiapkan versi setir kanan atau melakukan penyesuaian produksi sebelum dapat menjualnya di Indonesia.

Harga Lebih Rendah Membuka Pasar yang Lebih Lebar

Denza D9 PHEV Flash Charging Luxury Variant tetap membawa bagian teknis terpenting dari generasi kedua. Konsumen memperoleh penggerak empat roda, baterai 58,5 kWh, jarak listrik 350 kilometer, jarak gabungan 1.480 kilometer, LiDAR, serta kemampuan pengisian sangat cepat.

Pengurangan dilakukan pada fasilitas yang lebih mudah dibedakan antarvarian. Head up display, layar penumpang depan, sistem pewangi, kayu asli, fungsi pijat kursi depan, serta pemanas dan ventilasi kursi belakang tidak lagi tersedia.

Suspensi DiSus C tetap dipasang, meskipun beberapa perangkat pengendalian tingkat tinggi dihilangkan.

Susunan tersebut membuat varian termurah tidak terasa sebagai produk dengan teknologi lama. Denza memakai penggerak dan baterai terkini, lalu mengurangi kemewahan untuk mencapai harga 329.800 yuan.

Strategi ini memberi pilihan bagi pembeli yang menginginkan ruang besar dan teknologi PHEV tanpa membayar seluruh fasilitas tipe tertinggi.

Bagi Denza, model tersebut dapat menjadi senjata untuk menjaga D9 tetap kuat di tengah munculnya banyak MPV premium dari produsen China. Bagi pasar Indonesia, kehadirannya masih menunggu keputusan resmi perusahaan, tetapi selisih harga yang lebih rendah membuka kemungkinan menarik jika versi setir kanan nantinya diproduksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *