Terios Belum Facelift Lagi, Daihatsu Masih Percaya Wajah Lama

Otomotif45 Views

Terios Belum Facelift Lagi, Daihatsu Masih Percaya Wajah Lama Daihatsu Terios kembali menjadi perhatian setelah PT Astra Daihatsu Motor memperkenalkan Terios Special Edition di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026. Sejumlah konsumen sempat berharap model tersebut membawa perubahan besar pada wajah, kabin, mesin, atau susunan fitur. Harapan itu belum terwujud karena edisi khusus tersebut tetap menggunakan basis Terios yang sudah beredar.

Keputusan Daihatsu mempertahankan Terios tidak dilakukan tanpa pertimbangan. Pabrikan masih melihat penerimaan konsumen yang cukup kuat, terutama pada kelompok SUV berharga di bawah Rp300 juta. Selama penjualan tetap bergerak dan karakter kendaraan masih sesuai dengan kebutuhan pembeli, perubahan total belum dianggap mendesak.

Marketing Director dan Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor, Rokky Irvayandi, menjelaskan perusahaan terus mempelajari penerimaan setiap produknya. Menurut dia, kontribusi Terios di segmen SUV medium dengan harga di bawah Rp300 juta masih berada di atas 40 persen. Pasar dinilai masih menerima model tersebut dengan baik.

Penerimaan Pasar Menjadi Alasan Utama

Perubahan besar pada sebuah kendaraan biasanya dipersiapkan ketika desain, teknologi, penjualan, atau kebutuhan konsumen mulai bergeser. Dalam kasus Terios, Daihatsu belum melihat tekanan yang cukup kuat untuk segera mengganti bentuk dasarnya.

Rokky mengatakan keputusan perusahaan mengacu pada pemantauan pasar. Daihatsu terus mengamati respons pelanggan sebelum menentukan waktu pembaruan sebuah produk. Terios masih mampu memperoleh perhatian konsumen meski generasi yang beredar saat ini telah cukup lama hadir di Indonesia.

Pernyataan tersebut menjelaskan mengapa GIIAS 2026 hanya digunakan untuk memperkenalkan Terios Special Edition. Perusahaan memilih memberikan sentuhan visual yang lebih segar tanpa mengganti struktur, mesin, transmisi, dan susunan utama kendaraan.

Strategi ini memungkinkan Daihatsu menjaga minat konsumen dengan biaya pengembangan yang lebih terkendali. Perusahaan tidak harus langsung mengganti jalur produksi atau menyiapkan komponen baru dalam jumlah besar ketika model lama masih dapat dijual.

“Menurut penulis, pabrikan tidak selalu harus terburu buru mengganti bentuk kendaraan hanya untuk mengikuti usia produk. Penjualan dan kebutuhan konsumen tetap menjadi ukuran yang lebih penting.”

Angka Penjualan Terios Masih Cukup Kuat

Terios bukan model dengan penjualan terbesar di keluarga Daihatsu. Posisi itu masih ditempati Sigra dan Gran Max. Namun, Terios tetap menjadi salah satu penyumbang penjualan utama di segmen mobil penumpang.

Daihatsu mencatat penjualan Terios mencapai 6.063 unit sampai Mei 2026. Jumlah itu memberikan kontribusi sekitar 10 persen terhadap penjualan ritel Daihatsu selama periode tersebut.

Pada Juni 2026, Terios mencatat penjualan ritel sebanyak 1.210 unit. Jumlah tersebut kembali mewakili sekitar 10 persen dari seluruh penjualan Daihatsu pada bulan yang sama.

Daihatsu juga menyebut Terios meraih pangsa 30,4 persen di segmen SUV medium dengan harga sampai Rp300 juta hingga April 2026. Angka itu menunjukkan bahwa Terios masih mempunyai posisi kuat di kelompok harga yang menjadi sasaran utamanya.

Pencapaian tersebut membuat perusahaan mempunyai alasan untuk mempertahankan model yang sekarang. Mengganti kendaraan yang masih diterima pasar dapat membawa risiko, terutama bila desain baru justru tidak sesuai dengan selera pelanggan lama.

Generasi Sekarang Memang Sudah Berusia Panjang

Terios generasi yang beredar saat ini diperkenalkan di Indonesia pada penghujung 2017 dan mulai dipasarkan pada awal 2018. Usianya berarti telah mendekati sembilan tahun pada 2026.

Dalam industri otomotif, usia tersebut tergolong panjang untuk satu generasi. Sebagian kendaraan biasanya menerima pergantian total setelah dipasarkan sekitar enam sampai delapan tahun. Namun, siklus setiap model tidak selalu sama.

Terios juga tidak dibiarkan tanpa perubahan selama periode tersebut. Daihatsu menambahkan fitur idle stop pada 2021, kemudian memberikan penyegaran besar pada 2023. Pembaruan terakhir mencakup desain bumper, gril, lampu, roda, interior, sistem hiburan, dan perlengkapan keselamatan.

Karena facelift 2023 baru berjalan sekitar tiga tahun, Daihatsu tampaknya masih ingin memanfaatkan desain tersebut. Dari sudut perencanaan produk, jarak tiga tahun belum terlalu lama untuk sebuah penyegaran besar.

Facelift 2023 Masih Menjadi Dasar Penjualan

Penyegaran 2023 mengubah wajah Terios melalui rancangan gril, bumper, smoked headlamp, dan illuminating lamp. Bagian samping mendapatkan desain roda baru, side stone guard, serta side body moulding.

Kabin menggunakan nuansa gelap dengan tambahan aksen merah pada varian tertentu. Daihatsu juga menambahkan layar multimedia yang mendukung Android Auto dan Apple CarPlay, pengisi daya tanpa kabel, serta enam kantung udara pada varian tertinggi.

Pembaruan tersebut tidak mengganti mesin dan sistem penggerak. Terios tetap menggunakan mesin bensin 1.496 cc berkode 2NR VE dengan teknologi Dual VVT i. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 104 PS pada 6.000 rpm dan torsi 136,3 Nm pada 4.200 rpm.

Tenaga disalurkan menuju roda belakang. Susunan ini masih menjadi salah satu pembeda Terios dari sejumlah SUV lain di kelas harga serupa yang memakai penggerak roda depan.

Daihatsu kemungkinan menilai pembaruan 2023 masih cukup untuk menjaga daya tarik kendaraan. Menghadirkan facelift lain dalam jarak terlalu dekat juga dapat membingungkan konsumen dan menurunkan nilai model yang baru dibeli.

Terios Special Edition Bukan Tanda Generasi Baru

Terios Special Edition yang muncul di GIIAS 2026 sempat memunculkan dugaan bahwa Daihatsu sedang menyiapkan perubahan besar. Rokky menegaskan bahwa model tersebut dibuat khusus untuk memeriahkan pameran dan bukan tanda kehadiran generasi baru.

Jumlahnya hanya 20 unit dan dipasarkan selama GIIAS 2026. Mobil ini menggunakan Terios 1.5 X A T sebagai basis dengan harga Rp264.350.000.

Bagian eksterior menggunakan kombinasi warna dengan atap hitam. Daihatsu menambahkan stiker samping baru, emblem berwarna dark chrome, roda black gloss, gagang pintu hitam, dan rumah spion hitam.

Kabin memperoleh ornamen perak pada center cluster dan kisi pendingin udara. Bezel serta penutup transmisi memakai aksen black metallic, sedangkan gagang pintu bagian dalam diberi lapisan krom. Kamera belakang ikut ditambahkan untuk membantu pengemudi ketika parkir.

Perubahannya jelas lebih banyak menyentuh penampilan. Bentuk bodi, mesin, transmisi, suspensi, serta susunan tujuh kursi tetap mengikuti Terios reguler.

Edisi terbatas menjaga perhatian konsumen

Model edisi khusus sering digunakan ketika pabrikan ingin mempertahankan perhatian terhadap kendaraan yang telah lama beredar. Perubahan warna dan aksesori dapat menciptakan kesan berbeda tanpa memerlukan pengembangan produk secara menyeluruh.

Jumlah 20 unit juga memberikan unsur eksklusif. Konsumen memperoleh penampilan yang tidak dimiliki Terios biasa, sementara Daihatsu dapat melihat respons pasar terhadap kombinasi warna dan ornamen baru.

Bila responsnya baik, sebagian unsur tersebut dapat diterapkan pada varian reguler atau paket aksesori. Namun, perusahaan belum menyampaikan rencana seperti itu untuk Terios.

Formula Tujuh Penumpang Masih Dicari

Salah satu kekuatan Terios adalah kabin dengan kapasitas tujuh penumpang. Susunan ini cocok dengan kebiasaan keluarga Indonesia yang menginginkan satu kendaraan untuk berbagai kebutuhan.

Terios dapat digunakan untuk perjalanan harian, membawa anak sekolah, kegiatan keluarga, serta perjalanan keluar kota. Kursi baris ketiga memberi fleksibilitas ketika jumlah penumpang bertambah, meski ruangnya lebih sesuai untuk anak atau perjalanan tidak terlalu jauh.

Bentuk SUV juga memberi posisi duduk lebih tinggi dibandingkan sedan atau hatchback. Sebagian konsumen menyukai pandangan jalan yang lebih luas serta kesan kendaraan yang lebih kokoh.

Ground clearance Terios mencapai 220 milimeter. Angka tersebut memberikan jarak cukup tinggi dari permukaan jalan ketika melewati genangan, jalan berbatu, polisi tidur, atau akses menuju daerah dengan kondisi tidak rata.

Selama kebutuhan terhadap SUV tujuh penumpang tetap tersedia, Daihatsu tidak harus segera meninggalkan formula yang sudah dikenal konsumen.

Penggerak Roda Belakang Masih Menjadi Nilai Jual

Terios tetap mempertahankan sistem penggerak roda belakang. Tenaga mesin dikirim menuju roda belakang, sedangkan roda depan berfokus mengatur arah kendaraan.

Susunan tersebut disukai sebagian pengguna yang sering membawa penumpang penuh atau melewati jalan menanjak. Ketika kendaraan menanjak, perpindahan bobot ke belakang dapat membantu roda penggerak memperoleh tekanan tambahan pada permukaan jalan.

Penggerak roda belakang juga telah menjadi bagian dari identitas Terios sejak lama. Menggantinya dengan penggerak roda depan berpotensi mengubah karakter berkendara yang sudah dikenal pelanggan.

Meski demikian, susunan ini membawa beberapa kelemahan. Adanya poros penggerak membutuhkan ruang di bagian bawah kendaraan. Bobot komponen juga dapat lebih besar dibandingkan sistem penggerak roda depan.

Daihatsu harus mempertimbangkan keuntungan serta risiko apabila ingin mengembangkan generasi baru. Pergantian platform dapat memengaruhi karakter kendaraan, biaya produksi, harga jual, dan penerimaan pelanggan lama.

Harga Masih Menjangkau Banyak Pembeli SUV

Harga Terios pada 2026 dimulai dari Rp249.450.000 untuk tipe X manual. Tipe X otomatis dipasarkan Rp259.850.000, sedangkan tipe R berada pada kisaran Rp282.350.000 sampai Rp292.850.000.

Varian R Custom dijual mulai Rp305.150.000 untuk transmisi manual dan Rp315.650.000 untuk transmisi otomatis. Seluruh harga tersebut merupakan harga wilayah Jakarta yang tercantum pada laman resmi Daihatsu.

Rentang harga ini menempatkan Terios di antara kendaraan keluarga kelas bawah dan SUV yang lebih mahal. Konsumen dapat memperoleh tampilan SUV, tujuh kursi, penggerak roda belakang, serta jaringan purna jual luas tanpa masuk ke kelompok harga yang jauh lebih tinggi.

Peluncuran generasi baru biasanya disertai kenaikan biaya. Platform baru, teknologi keselamatan tambahan, desain kabin baru, dan pengembangan mesin dapat meningkatkan harga jual.

Daihatsu perlu menjaga agar Terios tidak keluar terlalu jauh dari kelompok pembeli utamanya. Apabila harganya naik mendekati SUV yang lebih besar atau model elektrifikasi, pertimbangan konsumen dapat berubah.

Jaringan Purna Jual Membantu Mempertahankan Model

Terios telah dipasarkan di Indonesia sejak 2007 dan terjual lebih dari 360 ribu unit sampai GIIAS 2026. Populasi yang besar membuat ketersediaan suku cadang, pengetahuan teknisi, dan nilai jual kembali lebih mudah terbentuk.

Daihatsu mempunyai sekitar 250 outlet, 170 bengkel resmi, lebih dari 300 armada layanan bergerak, dan lebih dari 3.000 toko suku cadang yang menjangkau lebih dari 500 kota serta kabupaten. Jaringan tersebut menjadi unsur penting bagi pemilik kendaraan di luar kota besar.

Model yang telah lama diproduksi juga lebih dikenal oleh teknisi. Bengkel sudah memahami pola perawatan, komponen yang perlu diperiksa, dan cara menangani keluhan umum.

Ketersediaan komponen dapat menjadi pertimbangan besar bagi konsumen yang berencana menggunakan mobil dalam waktu panjang. Keuntungan ini belum tentu langsung dimiliki generasi baru pada tahun pertama penjualannya.

Mengembangkan Generasi Baru Membutuhkan Investasi Besar

Daihatsu tidak pernah menyatakan biaya sebagai alasan resmi menahan pergantian Terios. Namun, pengembangan generasi baru membutuhkan investasi yang jauh lebih besar dibandingkan membuat edisi khusus.

Pabrikan harus mengembangkan atau memilih platform, menguji struktur, menentukan sistem penggerak, menyesuaikan mesin, memperbarui perlengkapan keselamatan, serta menyiapkan jalur produksi. Pengujian perlu dilakukan untuk memastikan kendaraan cocok dengan kondisi jalan, bahan bakar, cuaca, dan kebiasaan penggunaan di Indonesia.

Komponen baru juga membutuhkan pemasok serta kesiapan produksi dalam jumlah besar. Setiap perubahan harus dihitung agar harga tidak terlalu tinggi dan keuntungan perusahaan tetap terjaga.

Selama model lama masih memperoleh penjualan stabil, investasi besar kemungkinan akan ditempatkan pada waktu yang dinilai lebih tepat. Ini merupakan pembacaan berdasarkan pola industri, bukan pernyataan langsung dari Daihatsu.

Persaingan SUV Semakin Padat

Terios menghadapi persaingan dari berbagai arah. Konsumen dapat memilih SUV kompak, kendaraan keluarga bergaya SUV, model bermesin turbo, mobil hybrid, hingga kendaraan listrik dengan harga yang terus mendekati mobil bensin.

Sebagian pesaing menawarkan layar lebih besar, transmisi otomatis yang lebih modern, bantuan berkendara, kamera dengan resolusi tinggi, atau mesin dengan tenaga lebih besar. Usia Terios membuat sejumlah bagian mulai terlihat sederhana bila dibandingkan produk yang baru diluncurkan.

Transmisi otomatis empat percepatan menjadi salah satu bagian yang sering diperhatikan. Sistem tersebut dikenal sederhana dan telah lama digunakan, tetapi jumlah giginya lebih sedikit dibandingkan transmisi otomatis modern atau CVT.

Terios juga belum mempunyai paket bantuan pengemudi selengkap beberapa pesaing. Varian R Custom telah menawarkan enam kantung udara, tetapi fitur seperti pengereman darurat otomatis dan penjaga jalur belum menjadi perlengkapan utamanya.

Keadaan ini dapat menjadi alasan bagi Daihatsu untuk terus mempelajari pengganti Terios. Namun, perusahaan tampaknya belum melihat persaingan tersebut mengurangi penerimaan pasar sampai tingkat yang mengharuskan pergantian segera.

“Mempertahankan Terios memang memberi kestabilan, tetapi Daihatsu tetap perlu menjaga agar kesederhanaan produknya tidak berubah menjadi ketertinggalan yang terlalu jauh.”

Hubungan Terios dan Toyota Rush Ikut Berpengaruh

Terios dikembangkan dan diproduksi bersama Toyota Rush. Kedua model memakai dasar teknis yang sama, meski mempunyai susunan varian, aksesori, harga, dan identitas merek berbeda.

Karena berbagi pengembangan, pergantian generasi kemungkinan memerlukan koordinasi lebih luas. Keputusan tidak hanya berkaitan dengan satu model, tetapi juga strategi dua merek yang menjual kendaraan serupa.

Pabrik harus menyiapkan produksi bagi keduanya. Rantai pasokan, volume penjualan, kebutuhan ekspor, dan penempatan harga perlu dihitung secara bersamaan.

Hal ini membuat jadwal pergantian produk dapat lebih panjang daripada kendaraan yang dikembangkan secara mandiri.

Daihatsu Masih Terus Melakukan Studi

Daihatsu belum mengumumkan waktu peluncuran Terios generasi berikutnya. Perusahaan hanya menyatakan terus melakukan studi serta memantau penerimaan produk di pasar.

Kata studi menunjukkan bahwa perusahaan tidak menutup kemungkinan perubahan. Daihatsu dapat mengamati desain, sistem penggerak, kebutuhan fitur, pilihan mesin, dan pergerakan harga sebelum mengambil keputusan.

Pengembangan sebuah mobil membutuhkan waktu beberapa tahun. Walaupun generasi baru belum diumumkan, proses penelitian dapat saja telah berjalan di balik layar. Namun, belum ada informasi resmi yang memastikan bentuk atau jadwalnya.

Terios Special Edition juga tidak boleh dibaca sebagai petunjuk teknis mengenai model berikutnya. Rokky telah menegaskan kendaraan tersebut dibuat khusus untuk GIIAS 2026 dan hanya tersedia 20 unit.

Bagian yang Paling Membutuhkan Pembaruan

Apabila Daihatsu memutuskan memperbarui Terios, bagian kabin berpeluang menjadi salah satu fokus utama. Desain dashboard yang lebih segar, layar lebih besar, ruang penyimpanan lebih baik, serta konektivitas terbaru dapat meningkatkan pengalaman pengguna.

Transmisi otomatis juga menjadi bagian yang layak diperhatikan. Unit dengan jumlah percepatan lebih banyak dapat membantu menjaga putaran mesin ketika kendaraan melaju di jalan tol.

Peningkatan sistem keselamatan dapat mencakup pengereman darurat, peringatan kendaraan di titik buta, peringatan perpindahan jalur, serta kamera dengan tampilan lebih jelas. Fitur tersebut semakin sering ditemukan pada kendaraan di kelompok harga serupa.

Daihatsu juga perlu mempertahankan unsur yang disukai konsumen, seperti tujuh kursi, ground clearance tinggi, biaya perawatan terjangkau, serta kemampuan menghadapi jalan di luar perkotaan.

Perubahan yang terlalu jauh dari karakter tersebut dapat membuat Terios kehilangan pelanggan lama. Sebaliknya, pembaruan yang terlalu kecil berisiko tidak cukup kuat menghadapi produk baru.

Wajah Lama Masih Akan Bertahan

Selama Daihatsu belum mengumumkan pergantian produk, Terios facelift 2023 akan tetap menjadi model utama. Konsumen pada 2026 masih memperoleh pilihan tipe X, R, dan R Custom dengan harga mulai Rp249 jutaan.

Terios Special Edition hanya menjadi pilihan terbatas selama GIIAS 2026. Model itu menambahkan sentuhan visual dan kamera belakang, tetapi tidak membawa perubahan pada mesin maupun struktur kendaraan.

Alasan Daihatsu belum memberikan facelift berikutnya akhirnya kembali pada penerimaan pasar. Terios masih mencatat penjualan, mempunyai pangsa cukup kuat, dan berada dalam rentang harga yang sesuai dengan pembeli sasaran.

Daihatsu tampaknya memilih menggunakan usia produk secara maksimal sambil mempelajari waktu yang tepat untuk perubahan lebih besar. Selama konsumen tetap membeli, wajah lama Terios masih mempunyai ruang untuk bertahan di pasar Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *