Dikritik di Eropa, Ferrari Luce Justru Diburu Pembeli China

Otomotif89 Views

Dikritik di Eropa, Ferrari Luce Justru Diburu Pembeli China Ferrari memasuki babak paling berani dalam sejarah modernnya lewat Luce, mobil listrik penuh pertama yang memakai logo kuda jingkrak. Di Eropa, peluncuran model ini memicu perdebatan besar karena bentuknya jauh dari bayangan klasik Ferrari yang selama puluhan tahun identik dengan mobil sport rendah, mesin meraung, dan siluet agresif. Namun di China, respons pasar terlihat berbeda. Luce justru ramai disebut mendapat sambutan hangat, bahkan sempat beredar klaim bahwa jatah awal 88 unit untuk pasar China langsung habis dipesan.

Luce Menjadi Ferrari Paling Berbeda

Ferrari Luce bukan sekadar model baru dengan mesin berbeda. Mobil ini menjadi titik perubahan karena memakai tenaga listrik penuh, empat pintu, lima kursi, dan gaya bodi yang jauh lebih dekat ke grand tourer keluarga mewah ketimbang supercar dua pintu. Reuters melaporkan Luce sebagai mobil listrik penuh pertama Ferrari, dengan desain yang membuat banyak penggemar terkejut karena tampil tidak seperti mobil sport bensin rendah yang selama ini menjadi citra utama Maranello.

Ferrari sendiri menyatakan Luce sebagai mobil listrik pertama dari Maranello. Dalam laman resmi teknisnya, Ferrari mencantumkan performa 0 sampai 100 kilometer per jam dalam 2,5 detik, kecepatan puncak lebih dari 310 kilometer per jam, tenaga lebih dari 1.000 cv dalam boost mode, serta jarak tempuh lebih dari 530 kilometer.

Dari sisi teknologi, Luce membawa paket yang tidak bisa dipandang ringan. Ferrari menyebut mobil ini ditenagai empat motor listrik, memakai baterai 122 kWh, dan arsitektur 800 volt. Angka tersebut membuat Luce tetap berada dalam wilayah performa tinggi, meski bentuknya bukan supercar Ferrari yang biasa dibayangkan banyak orang.

Kritik Keras Muncul Setelah Peluncuran di Roma

Peluncuran Luce di Roma pada akhir Mei 2026 tidak berjalan tenang. Reuters mencatat respons publik di media sosial dipenuhi meme dan komentar tidak ramah. Beberapa pengguna membandingkan desain Luce dengan penyedot debu, sandal karet, hingga Fiat Multipla yang selama ini kerap masuk daftar mobil berdesain paling kontroversial.

Kritik tidak hanya datang dari warganet. Reuters juga melaporkan Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini mempertanyakan apa yang kira kira akan dipikirkan Enzo Ferrari bila melihat model tersebut. Mantan petinggi Ferrari, Luca Cordero di Montezemolo, bahkan menyebut mobil itu seharusnya dilepas dari logo kuda jingkrak.

Reaksi pasar saham ikut menunjukkan kegelisahan investor. Reuters mencatat saham Ferrari turun 8,4 persen sehari setelah peluncuran, lalu turun tipis lagi pada hari berikutnya. Seorang investor menyebut saham itu dihukum karena kekecewaan estetika terhadap Luce.

“Ferrari selama ini menjual emosi, suara, dan bentuk yang langsung dikenali. Saat Luce datang dengan bahasa desain baru, wajar bila penggemar lama merasa seolah wilayah paling sakral merek itu sedang digeser.”

Jony Ive Membawa Bahasa Desain yang Tidak Biasa

Salah satu alasan Luce begitu ramai dibahas adalah keterlibatan Jony Ive dan Marc Newson melalui kolektif desain LoveFrom. Ferrari memberi ruang kepada tim luar yang selama ini lebih dikenal melalui dunia produk teknologi, bukan desain mobil sport tradisional. Reuters menyebut Jony Ive dikenal luas sebagai desainer iPhone dan MacBook, sehingga keterlibatannya membuat Luce langsung menarik perhatian lintas industri.

Ferrari menyebut Luce dirancang bersama Sir Jony Ive dan Marc Newson. Laman resmi perusahaan juga menekankan bahwa interior mobil ini dirancang agar fungsional, dengan pendekatan yang berbeda dari desain Ferrari sebelumnya.

Pendekatan itu memberi hasil yang memecah pendapat. Sebagian melihat Luce sebagai eksperimen berani. Sebagian lain menilai bentuknya terlalu jauh dari warisan Ferrari. Wall Street Journal mencatat Luce mendapat serangan kritik karena harganya sekitar 550.000 euro atau 640.000 dollar AS dan karena tampilannya dianggap mirip mobil listrik yang jauh lebih murah.

China Justru Membaca Luce dengan Cara Berbeda

Di tengah perdebatan Eropa, China muncul sebagai panggung penting. Business Insider menyebut Luce adalah taruhan Ferrari pada pasar China yang sangat besar untuk kendaraan listrik. Ferrari dinilai lebih peduli terhadap pasar tempat mobil listrik telah menjadi pilihan arus utama dibanding wilayah yang masih kuat dengan romantisme mesin bensin.

Ferrari CEO Benedetto Vigna sebelumnya menyebut China sebagai peluang baik untuk mobil listrik Ferrari karena pelanggan di sana sudah terbiasa dengan kendaraan listrik dan masih memiliki minat terhadap merek Ferrari. Business Insider juga mencatat pernyataan itu disampaikan saat Luce masih dikenal sebagai Elettrica.

Pernyataan tersebut memberi petunjuk kuat. Ferrari tidak sekadar membuat mobil listrik untuk memenuhi tuntutan teknologi. Perusahaan juga mencoba menjangkau calon pembeli yang selama ini mungkin tidak tertarik pada Ferrari bermesin bensin, tetapi terbiasa memakai kendaraan listrik mewah dengan kabin digital, fitur pintar, dan kenyamanan keluarga.

Jatah 88 Unit Sempat Diklaim Ludes

Kabar yang membuat Luce ramai dibicarakan di China adalah klaim bahwa alokasi awal 88 unit langsung habis dipesan. CarNewsChina melaporkan Luce diluncurkan di China dengan harga 3.988.000 yuan atau sekitar 586.600 dollar AS. Laporan itu menyebut pasar China menerima alokasi 88 unit yang disebut telah habis dipesan.

Angka 88 terasa menarik karena memiliki nilai simbolik kuat di China. Angka tersebut sering diasosiasikan dengan keberuntungan dan kemakmuran. Dalam dunia barang mewah, angka terbatas seperti ini dapat memperkuat rasa eksklusif, apalagi jika menyangkut Ferrari pertama yang sepenuhnya listrik.

Namun, klaim ludes tersebut tidak sepenuhnya selesai. CnEVPost kemudian melaporkan beberapa dealer resmi Ferrari di China menyatakan Luce masih dapat dipesan. Media tersebut mengutip laporan Lanjinger yang menyebut klaim habis dipesan tidak didukung sumber resmi Ferrari, sementara dealer masih menerima pemesanan dengan deposit ratusan ribu yuan.

Masih Bisa Dipesan, tetapi Minat Tetap Terlihat

Koreksi dari dealer tidak membuat cerita Luce di China menjadi kecil. Justru, hal itu memperlihatkan antusiasme yang cukup kuat sampai rumor habis dipesan bisa menyebar luas. CnEVPost mencatat dealer meminta deposit antara 400.000 sampai 500.000 yuan untuk mengamankan slot batch awal, dengan pembayaran lanjutan saat produksi dimulai dan pelunasan menjelang pengiriman.

Dealer juga menyebut pengiriman batch pertama untuk pelanggan China diperkirakan dimulai pada kuartal ketiga tahun depan. Konsumen China bahkan belum dapat test drive karena baru ada satu unit display engineering dari pabrik Italia yang beredar di Asia.

Dengan keadaan tersebut, kata laris perlu dibaca hati hati. Bukan berarti Ferrari telah merilis angka resmi penjualan China yang lengkap. Namun, minat pasar terlihat nyata karena dealer menerima deposit besar, alokasi awal ramai dibicarakan, dan model ini langsung menjadi bahan percakapan di pasar kendaraan listrik paling ketat di dunia.

Harga China Lebih Rendah dari Eropa

Salah satu hal yang ikut memperkuat perhatian adalah harga China yang terlihat lebih menarik dibanding Eropa. CnEVPost mencatat Luce dipasarkan di China mulai 3.988.000 yuan atau sekitar 587.720 dollar AS, sedangkan harga Eropa dimulai dari 550.000 euro atau sekitar 626.950 dollar AS.

CarNewsChina juga menulis harga China memberi selisih sekitar 7 persen lebih rendah dibanding harga Eropa setelah konversi. Untuk mobil dengan banderol setinggi Luce, selisih tersebut tetap terasa besar secara nominal, meski pembeli Ferrari umumnya tidak sensitif seperti pembeli mobil massal.

Strategi harga ini menarik karena China bukan pasar biasa. Ferrari menghadapi penurunan posisi di sana. Business Insider mencatat penjualan Ferrari di China daratan turun lebih dari separuh sejak 2023 dan hanya menyumbang sedikit di atas 5 persen dari pengiriman global Ferrari pada kuartal pertama.

Pasar China Sudah Sangat Akrab dengan Mobil Listrik

Alasan Luce bisa mendapat penerimaan berbeda di China terletak pada kebiasaan konsumen. IEA mencatat lebih dari 13 juta mobil listrik terjual di China pada 2025, menjadikan negara itu pasar mobil listrik terbesar dunia dengan porsi enam dari sepuluh penjualan mobil listrik global. Pangsa mobil listrik di China mendekati 55 persen dari penjualan mobil baru tahun tersebut.

Data terbaru China Passenger Car Association yang dikutip CnEVPost menunjukkan penjualan ritel kendaraan energi baru di China mencapai 1.037.000 unit pada Juni 2026, dengan tingkat penetrasi ritel 62,8 persen. Artinya, kendaraan listrik dan plug in hybrid bukan lagi barang asing, melainkan bagian utama pasar mobil penumpang China.

Dengan kebiasaan seperti itu, calon pembeli China tidak harus diyakinkan dari nol mengenai mobil listrik. Mereka sudah terbiasa dengan akselerasi instan, layar besar, fitur kabin digital, pengisian cepat, dan merek lokal yang agresif membawa teknologi baru.

Ferrari Melawan Merek Lokal yang Sangat Kuat

China bukan pasar mudah bagi Ferrari Luce. Business Insider mencatat merek seperti BYD dan Xiaomi telah menekan pabrikan Barat lewat kendaraan listrik berteknologi tinggi dengan harga jauh lebih kompetitif. Di segmen mewah, BYD punya Yangwang U8 dan U9, sementara Xiaomi SU7 Ultra disebut mampu berakselerasi dari 0 sampai 62 mil per jam dalam waktu kurang dari dua detik.

CarNewsChina membandingkan Luce dengan beberapa model China dari sisi spesifikasi. Dalam tabel yang disusun media tersebut, BYD Yangwang U9 dan GAC Hyptec SSR menawarkan angka tenaga dan akselerasi yang lebih ganas dengan harga jauh lebih rendah. Namun, CarNewsChina juga menilai pembeli 88 unit awal Luce kemungkinan tidak sedang membandingkan Ferrari dengan produk BYD atau GAC secara langsung.

Di titik ini, Ferrari tidak menjual angka spesifikasi semata. Luce menjual simbol, kelangkaan, sejarah merek, dan akses ke lingkaran Ferrari. Itulah wilayah yang sulit disaingi merek lokal, meskipun dari sisi teknologi dan performa murni, China sudah memiliki banyak pilihan yang sangat kuat.

Luce Bukan Supercar Murni

Salah satu kesalahan dalam membaca Luce adalah memaksanya berdiri sebagai supercar listrik murni. Ferrari memosisikannya lebih dekat sebagai grand tourer lima kursi. CarNewsChina juga mencatat Luce bukan supercar, melainkan GT lima kursi, sehingga perbandingan langsung dengan Yangwang U9 atau Hyptec SSR tidak sepenuhnya setara.

Inilah yang membuat kritik terhadap bentuknya terasa bercabang. Penggemar Ferrari tradisional menginginkan mobil listrik yang tetap terlihat seperti penerus 458, 488, atau SF90 dalam bahasa elektrik. Namun Ferrari memilih bentuk yang lebih lapang, nyaman, dan dipakai sebagai produk pernyataan.

Ferrari tampaknya ingin menjual Luce kepada orang yang sudah memakai mobil listrik mewah, bukan hanya kepada kolektor mesin V12. Business Insider mengutip eksekutif Ferrari Enrico Galliera yang menyatakan target utama mobil ini adalah orang yang sudah memiliki kendaraan listrik, bukan penggemar petrolhead tradisional.

Kritik Eropa Menjadi Ujian Citra

Di Eropa, kritik terhadap Luce banyak berasal dari rasa kepemilikan emosional atas Ferrari. Bagi penggemar lama, Ferrari bukan hanya mobil cepat. Ferrari adalah bunyi mesin, getaran, bau bensin, sejarah Formula 1, dan garis bodi yang sudah membentuk ingatan kolektif.

Reuters mencatat analis melihat Luce sebagai produk pernyataan yang mungkin tidak akan menjadi penjual besar, tetapi penting untuk menunjukkan teknologi dan mengubah posisi Ferrari di era listrik. Reuters juga menulis bahwa pesanan akan menjadi ukuran utama apakah risiko besar itu berhasil atau tidak.

Karena itu, sambutan China menjadi sangat penting. Jika Luce diterima oleh pelanggan baru, Ferrari dapat menunjukkan bahwa kritik keras dari Eropa tidak otomatis berarti kegagalan dagang. Pasar yang lebih siap menerima listrik bisa menjadi ruang bagi Ferrari untuk menguji identitas barunya.

“Ferrari sedang berhadapan dengan dua pembeli yang berbeda. Yang satu ingin Ferrari tetap berbunyi seperti dulu, yang lain ingin Ferrari tetap istimewa meski bergerak tanpa mesin bensin.”

Strategi Elektrifikasi Ferrari Tidak Sepenuhnya Mulus

Perjalanan Ferrari menuju mobil listrik tidak selalu lurus. Reuters mencatat Ferrari pernah menargetkan mobil listrik menyumbang 40 persen dari lini modelnya pada 2030, tetapi rencana baru pada Oktober 2025 menurunkan target itu menjadi 20 persen mobil listrik, 40 persen hybrid, dan 40 persen mesin pembakaran internal.

Reuters juga melaporkan Ferrari menunda model listrik keduanya dari rencana 2026 ke setidaknya 2028 karena permintaan untuk kendaraan listrik performa tinggi dinilai belum cukup kuat. Catatan ini menunjukkan Ferrari tetap berhati hati, bahkan setelah menyiapkan fasilitas produksi baru di Maranello.

Dengan latar itu, Luce menjadi semakin penting. Mobil ini bukan hanya peluncuran produk, tetapi alat ukur untuk melihat seberapa jauh pelanggan kaya bersedia menerima Ferrari tanpa mesin konvensional. Jika China menunjukkan minat kuat, Ferrari mendapat alasan untuk melanjutkan langkah listrik dengan lebih percaya diri.

Antara Warisan dan Pembeli Baru

Ferrari selama puluhan tahun membangun daya tarik melalui pembatasan produksi, daftar tunggu, nilai koleksi, dan pengalaman berkendara yang sangat emosional. Luce mencoba membawa semua unsur itu ke kendaraan listrik. Masalahnya, listrik mengubah banyak hal yang selama ini menjadi ciri khas Ferrari.

Tidak ada deru mesin V12. Tidak ada perpindahan gigi khas mobil sport klasik. Tidak ada rasa mekanis yang sama. Ferrari mencoba menjawabnya dengan teknologi suara dan performa tinggi, tetapi tidak semua penggemar lama langsung menerima.

Di China, hambatan emosional seperti itu mungkin tidak sekuat di Eropa. Banyak pelanggan mewah China tumbuh bersama kebangkitan kendaraan listrik modern, bukan semata tradisi mesin bensin Eropa. Mereka bisa melihat Ferrari Luce sebagai barang langka dengan teknologi baru, bukan sebagai pengkhianatan terhadap warisan mesin.

Mengapa China Bisa Menjadi Tempat yang Tepat

China menjadi tempat yang masuk akal bagi Luce karena tiga alasan utama. Pertama, pasar listriknya besar dan matang. Kedua, pembeli kelas atas sudah terbiasa dengan mobil listrik bertenaga besar dan kabin sangat digital. Ketiga, Ferrari perlu memperkuat kembali posisinya setelah penurunan penjualan di China daratan.

Luce juga hadir saat kendaraan bensin mewah menghadapi biaya kepemilikan yang semakin berat di China. CarNewsChina menulis biaya kepemilikan kendaraan internal combustion luxury terus meningkat, meski konsumen Ferrari kemungkinan tidak terlalu terganggu oleh tambahan biaya tersebut.

Dalam pasar seperti itu, Ferrari dapat menawarkan jalan berbeda. Bukan mobil listrik termurah, bukan paling cepat menurut angka, tetapi mobil listrik Ferrari pertama yang jumlahnya terbatas dan punya cerita besar. Bagi pembeli barang mewah, cerita seperti itu sering sama pentingnya dengan spesifikasi.

Respons China Belum Menjadi Kemenangan Penuh

Meski ramai disebut laris, Ferrari tetap harus membuktikan Luce lewat pengiriman nyata, kepuasan pelanggan, dan nilai jual kembali. CnEVPost sudah memperlihatkan bahwa klaim 88 unit habis harus dibaca dengan hati hati karena dealer resmi masih menerima pesanan dan Ferrari sendiri tidak merilis pernyataan resmi soal sold out.

Ketiadaan test drive di China juga membuat respons pasar awal masih lebih banyak bertumpu pada merek, status, desain, dan kelangkaan. Dealer menyebut pelanggan China belum dapat mencoba langsung Luce karena hanya ada satu unit engineering display dari pabrik Italia yang tersedia di Asia.

Tahap berikutnya akan lebih menentukan. Begitu pelanggan menerima unit, publik akan melihat apakah Luce benar benar terasa seperti Ferrari dalam pemakaian harian, atau hanya menjadi barang koleksi mahal dengan logo kuat.

Ferrari Sedang Menguji Batas Identitasnya

Luce memperlihatkan Ferrari sedang menguji batas identitasnya sendiri. Di Eropa, mobil ini dihujani kritik karena dianggap menjauh dari DNA lama. Di China, mobil yang sama justru mendapat ruang lebih luas karena pasar sudah akrab dengan listrik dan pembeli kaya mencari simbol baru yang tidak dimiliki banyak orang.

Kedua reaksi itu tidak harus saling meniadakan. Luce bisa tetap dibenci oleh sebagian penggemar lama, sekaligus diburu oleh pembeli baru. Dalam industri mobil mewah, kontroversi kadang dapat berjalan berdampingan dengan permintaan, terutama bila produknya langka dan mereknya punya kekuatan historis.

Ferrari kini berada di posisi yang tidak biasa. Ia harus menjaga pelanggan lama yang mencintai mesin, tetapi juga mendekati pembeli listrik yang tumbuh di pasar seperti China. Luce menjadi ujian pertama yang paling nyata. Kritik Eropa membuatnya terlihat berisiko, sementara minat China memberi tanda bahwa Ferrari listrik mungkin punya rumah yang berbeda dari yang dibayangkan para puris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *